Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan » Berita » Natsir, Ter-Macho di Diklat Dalnis 2011

Natsir, Ter-Macho di Diklat Dalnis 2011

Diklat Sertifikasi JFA Penjenjangan Auditor Pengendali Teknis di Lingkungan Inspektorat Daerah yang dilaksanakan oleh Pusdiklatwas BPKP, pada 10 Oktober s.d 25 Oktober 2011 di Ciawi memang telah berakhir, namun meninggalkan kesan mendalam bagi M. Natsir Allan, SE salah seorang peserta dari Inspektorat Prov. Sulsel.

“Saya begitu terharu ketika saat penutupan Diklat dilaksanakan pemilihan peserta terbaik dengan tiga kategori, ter-cerewet, ter-rajin dan pendiam, serta ter-macho. Ternyata teman-teman peserta memilih saya sebagai peserta ter-macho, hehehehe….”, kisah Natsir.

Masih menurut Natsir, “yang diumukan pertama kali adalah peserta ter-cerewet yang disabet oleh seorang peserta dari Yogyakarta, kemudian peserta ter-rajin dan pendiam oleh peserta dari Aceh, dan terakhir nama saya disebut sebagai peserta ter-macho. Alhamdulillah ya….”.

Selain merebut gelar sebagai peserta ter-macho, Natsir juga mendapatkan door prize berupa jam dinding, “harganya sih mungkin tidak seberapa, tapi apresiasi dari teman-teman peserta, panitia dan instruktur yang membuat saya terharu”, lanjut Natsir lagi.

“Oh ya, perlu juga saya jelaskan jangan sampai terjadi salah kaprah tentang istilah macho. Istilah ini menunjukkan bahwa menurut teman-teman peserta, saya termasuk peserta yang cukup dominan di kelas dibanding teman-teman yang lain”, jelas Natsir melanjutkan kisahnya.

Menurut Natsir, dalam beberapa sesi materi, ada sesi simulasi yang kesulitan diselesaikan oleh peserta lain dan bisa dia selesaikan dengan mudah, “terutama dalam materi Makro Ekonomi, ada soal dan hanya saya yang berhasil menebak jawabannya. Sampai-sampai saya digelari bandar togel, karena hitung-hitungan saya tepat, hehehehehe….”.

Pada pelaksanaan Diklat tersebut, Inspektorat Prov. Sulsel mengirim dua orang peserta. Selain Natsir, juga ikut menjadi peserta dalam kegiatan tersebut adalah Ir. Sitti Alia. “Sebenarnya banyak teman-teman auditor yang berminat dan sudah memenuhi syarat, tapi kuotanya terbatas, jadi kami hanya mengirim dua orang”, jelas Syafruddin Kitta, ST., M.Si.

“Ke depan kami harap agar kuota peserta untuk Inspektorat Prov. Sulsel bisa ditambah untuk mengakomodasi kepentingan teman-teman auditor dalam mengembangkan kompetensinya. Mudah-mudahan teman-teman BPKP bisa memfasilitasi kebutuhan ini”, lanjut Syafruddin lagi.

Menanggapi, prestasi yang diraih oleh Natsir, Syafruddin berkomentar, “Senior kita yang satu ini memang lincah, pantaslah beliau digelari peserta ter-macho, hehehehe…. Saya juga berharap semoga ilmu yang beliau dapatkan selama diklat bisa berefek pada peningkatan kinerja Inspektorat Prov. Sulsel ke depan”.

Diakhir pembicaraan, Natsir dengan merendah mengemukakan, “tapi saya menyadari kok, itu semua karena teman-teman peserta yang lain menghargai saya, sebab saya adalah peserta paling tua di kelas. Jadi ini semacam menyenangkan hati orang tualah, hehehehe…”.

Written by

Filed under: Berita

Leave a Reply

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>